Just another WordPress.com weblog

Aside

aboUt ME


4 fb Aku terlahir dari rahim seorang ibu yang bernama Laura Hasiel yang ke depan selalu menjadi inspirasi dalam hidup. Dan diberilah nama Tomi Anugrah Pratama. Aku sangat sadar dan mengerti betapa beliau penuh perjuangan mengeluarkanku dari dunia di mana aku sangat menikmati semua sari – sari makanan langsung dari tubuh ibuku melalui sebuah operasi berat. Dan aku juga sadar betapa cemas ayah waktu di menit – menit pertama aku muncul,( kata ibu )aku belum mengeluarkan sedikit pun teriakan atau pun tangisan. Dari hal tersebut aku sadar di awal kemunculanku di muka bumi ini,aku sudah mulai melakukan suatu perjuangan walau hanya untuk meneriakkan sebuah tangisan yang menandakan aku terlahir sebagai seorang bayi normal.
Ibu dan ayahku adalah guru. Baik itu di sekolah yang mereka ajar maupun buatku sendiri. Ibu seorang guru SMP dan ayah adalah seorang guru SD. Seiring waktu berjalan,aku telah terdidik dan diasuh dengan cara – cara mereka,baik itu cara bersikap dan berperilaku “Nak kalau anak guru rambutnya harus rapi,tidak boleh gondrong – gondrong kayak gitu”begitulah ibuku selalu menekankan walau itu hanya untuk sebuah urusan tetek bengek seperti rambut ini. Hal ini juga diberikan kepada adikku yang laki- laki yang umurnya berselisih 13 tahun dariku.
Seiring waktu berjalan aku pun tumbuh menjadi seorang remaja laki – laki yang sangat ingin mengetahui siapa diri ini. Disitulah aku mengenal yang namanya dengan pergaulan,baik dan burukkah itu sebuah pergaulan. Banyak kutemui teman – teman yang sangat optimistik ingin meraih cita – citanya dan tak kalah juga banyak nya kutemui teman – teman yang sangat pesimistik menyikapi cita – citanya. Bagiku itu semua relatif dan tergantung dari cara pandangnya masing – masing.
Riwayat pendidikanku tak ubahnya seperti orang – orang pada umumnya. Tahun 1995 memasuki Sekolah Dasar di SDN 15,kemudian SMP 6 dan SMA 1 dan semuanya itu di Kota Solok. Kebetulan orang tua juga tinggal di Solok. Setelah menamatkan jenjang pendidikan umum. Aku melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Andalas sebagai seorang mahasiswa yang ingin menggali ilmu di sebuah fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam jurusan Biologi. Saat ini aku berada di tahun kedua studi di perguruan tinggi. Cukup banyak ilmu yang telah diserap baik itu di dalam ruangan perkuliahan,laboratorium bahkan di lapangan. Dan aku berpandangan Biologi adalah suatu bentuk pandangan tentang kehidupan. Karena kalau kita bicara tentang kehidupan kita tak kan jauh – jauh dari Biologi. Sangat dekat karena kehidupan itu sendiri ada di dalam tubuh kita.
Bagiku kunci sukses-tidaknya hidup sangat ditentukan dengan pandangan hidup yang bersangkutan. Pandangan hidup adalah bentuk dari bagaimana sesorang akan berprilaku dan bersikap. Jadi prilaku seseorang tak lebih dan tak kurang adalah wujud dari pandangan hidupnya itu sendiri. Pandangan hidup yang merupakan pola pikir yang ada pada jiwa seseorang tersebut. Oleh karena itu, dapat dipastikan kesuksesan hidup, apapun juga : karier, jodoh, materi, kebahagian, keluarga, dan bermasyarakat, sangat berhubungan dengan pandangan hidupnya untuk meraih semuanya itu.
Tidaklah mungkin orang yang pandangan hidupnya selalu dibayangi dengan kepesimisan dan ketidaktahuan tentang strategi hidup, akan mendapati banyak keberhasilan dalam hidupnya. Inilah yang banyak tidak diketahui sebagian besar orang, yang sebenarnya menginginkan mendapat banyak keberhasilan dalam hidupnya.
Inilah juga, yang sebenarnya menjadi kunci sukses hidup, yang tak lain dan tak bukan adalah keoptimisan hidup itu sendiri. Keoptimisan hidup yang harus dibarengi dengan pola pikir, pandangan, strategi, dan prilaku yang selalu optimis menghadapi hidup. Tanpa syarat itu semua, tidaklah mungkin orang bisa mendapatkan banyak kehidupan dalam hidupnya.
Akan tetapi untuk menuju suatu proses menjadikan hidup yang selalu optimis ini, tidaklah mudah dan gampang. Banyak ujian dan kendala untuk menuju ke sana. Namun sayang, banyak yang telah mencobanya dan menyerah di tengah jalan, akibat dari ketidakbisaan menikmati ujian dan kendala yang sedang diterimanya. Mereka umumnya, sudah dapat menerima keadaan yang dianggapnya sudah cukup mengenakan dan menyenangkan. Sikap menyerah akibat ketidaksiapan diri dan ketidaktahuan diri dari sebuah makna yang ada di balik ujian dan kendala itu.
Mereka kebanyakkan tidak tahu, bahwa ujian dan kendala hidup itulah yang menjadi jalan menuju perbaikan dan kesuksesan hidup itu. Mereka tidak sadar atau mungkin tidak tahu tentang itu, sehingga mereka cenderung menghindar dan mundur, dari pada menghadapi ujian dan kendala hidup itu. Walau mungkin suatu ketika, mereka dihadapkan pada ujian dan kendala yang ringan-ringan, dan merekapum tidak menyadarinya telah melaluinya. Melaluinya dengan keadaan terpaksa dan memaksa untuk dilaluinya. Akan tetapi sayang mereka tidak menyadari itu semua, sehingga mereka seakan tidak mendapatkan apa-apa dari itu semua.
Ada juga sebagian yang lain menyikapi hidup ini dengan sikap yang cenderung berusaha cari mudahnya, cari enaknya, dan tidak mau mendapatkan dengan susah-susah. Sikap dan pandangan seperti ini, tidak disadarinya, telah membawa dirinya selalu melihat dengan pesimisme semua jalan hidup. Bagaimana tidak, jika mereka kemudian dihadapkan dengan banyaknya kesulitan yang akan dihadapinya. Bagaimana tidak, jika mereka kemudian harus dihadapkan dengan ketatnya persaingan hidup ini. Bagaimana tidak, jika mereka akan menemui banyak kendala dan masalah yang harus dilaluinya, jika harus meneruskannya.
Padahal mereka tidak sadar bahwa hidup ini adalah belajar. Belajar untuk selalu belajar memahami dan mengetahui masalah yang selalu akan dihadapinya itu. Bagaimana kita akan banyak belajar hidup kalau kita tidak mau menghadapi segala masalah hidup ini. Bagaimana kita akan belajar banyak masalah hidup, jika kita selalu melihat masalah dengan penuh kepesimisan diri. Bagaimana kita mau berkembang dan tumbuh, jika kita takut dengan masalah dan bayangan yang telah kita buat sendiri ini. Bagaimana kita mau berkembang dan tumbuh, kalau kita sudah takut sebelum menghadapi.
Persoalan yang sering terjadi pada kebanyakan mereka adalah menganggap terlalu berat ujian yang harus diterimanya, jika mereka menghadapi ujian dan kendala. Sikap dan pandangan inilah yang kemudian menjadi terbiasakan. Lalu karena sudah menjadi kebiasaan, maka mereka sering mudah terjebak dengan sikap yang mau enaknya sendiri, mau mudahnya sendiri, menjadi seorang pengecut dalam hidup, mau yang gampang-gampang saja, dan sebagainya, dan sebagainya. Kemudian jika sudah mampunyai sikap dan pandangan seperti ini, maka yang akan terjadi tak lain dan tak bukan adalah kemandekan hidup itu sendiri. Suatu kemandekan hidup yang sangat sulit sekali berkembang. Suatu kemandekan yang menjadikan mereka mudah tersingkir sebelum memasuki persaingan hidup yang semakin ketat ini. Suatu kemandekan yang mengakibatkan mereka menyerah atau bahkan mundur karena keadaan yang menyulitkan dirinya sendiri itu.
Sikap-sikap hidup yang mandek yang mudah menyerah kepada kekuatan sistem yang menekannya. Mudah menyerah atau bahkan mundur akibat sistem ( baca : lingkungan ) yang kurang kondusif terhadap dirinya. Kurang mampu melakukan efaluasi dan koreksi diri terhadap sistem yang menolaknya. Kurang mampu beradaptasi atau menyesuaikan dengan lingkungannya. Kurang mampu berinisiatif dan kreatif menyikapi hidup yang terus berkembang ini. Terus dan terus mudah tersingkirkan, terpingirkan, mudah kalah sebelum bertanding, dan selalu mendapatkan kesulitan demi kesulitan akan masalah hidup yang terus dihadapinya ini. Inilah sebuah kehidupan yang nyata-nyata menjadi mandek dan berhenti tak bergerak sama sekali.
Pandangan hidupku ke depan tidak banyak,aku hanya ingin jadi diriku sendiri,”be yourself,by yourself.” Dengan jadi diri sendiri dulu kita akan tahu kita akan menjadi apa dan mau apa. Mungkin ini adalah teori yang sangat absurd. Tapi memang begitulah adanya. Dengan menjadi diri sendiri kita siap mengahadapi segala ujian dalam hidup tanpa canggung sekali pun. Dengan menjadi diri sendiri kita sanggup untuk membuat pilihan – pilihan dan pertimbangan – pertimbangan sendiri dengan memahami resiko dari apa yang telah kita pilih. Dan kita pun akan sadar bahwa hidup adalah sebuah pilihan dan tidak memilih pun adalah suatu pilihan.
Bagiku 5 tahun ke depan adalah suatu misteri yang sampai sekarang pun aku tak tahu entah apa yang akan terjadi.Bahkan untuk esok hari pun aku tak tahu sama sekali. Cita – cita,keinginanan, obsesi,harapan akan terakumulasi dan terkadang menjadi suatu motivasi. Tapi kembali seperti yang telah dipaparkan sebelumnya,sebelum kita sendiri berjuang dan menjadi diri sendiri kita belum akan bisa mendapatkan hal – hal tersebut.
Yang jelas 5 tahun ke depan tidak boleh sama dengan tahun sekarang. Mungkin sering kita perhatikan bahwa orang – orang telah banyak berbinar – binar melihat kesuksesan dan keberhasilan sebagian orang – orang yang sukses atas materinya. Tapi apakah benar 5 tahun ke depan kita harus mendapatkan hal seperti itu juga? Seberapa penting materi,jabatan,karier buat diri kita? Apakah itu akan membuat atau membantu kita untuk menjadi diri sendiri?
Dengan menjadi diri sendiri,akan membantu kita siap dan bertahan terhadap apa pun yang terjadi. Aku yakin kita akan benar- benar merasakan suatu bentuk perjuangan hidup untuk mendapatkan sesuatu keinginan bila telah menjadi diri sendiri.

Click036“Life is waiting.” Kita Cuma bisa menunggu 5 tahun atau 10 tahun ke depan. Akan menjadi apa kita,atau siapakah kita dalam kurun waktu itu kita tidak akan pernah tahu. Pada hakikatnya kita hanya menunggu,menunggu untuk masuk ke dimensi waktu berikutnya. Tapi kita akan menunggu 5 tahun itu dengan menghabiskan waktu itu untuk hal – hal yang tidak berarti atau bermetamorfosis dan melakukan suatu perubahan dari waktu ke waktu,sehingga benar – benar paham tentang suatu bentuk kehidupan diri sendiri. Sehingga dalam waktu menunggu itu kita telah membuat suatu tameng kehidupan yang apabila suatu waktu kita diserang oleh kegagalan kita bisa tetap kokoh berdiri dan siap bertahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s